Komunitas Trimulyo Agrotech
PERTANIANKalurahan Trimulyo, Sleman
01 Tentang Kami
Visi & Filosofi
`Nguri-uri Tani, Nganggo Teknologi` (Melestarikan Pertanian, Menggunakan Teknologi).
Komunitas ini adalah wadah kolaborasi antara pemuda desa yang melek teknologi (Karang Taruna/Mahasiswa IT) dengan para bapak tani (Kelompok Tani/Gapoktan). Tujuannya adalah memodernisasi cara bertani tradisional di Trimulyo agar lebih efisien, hemat tenaga, dan hasil panen meningkat, tanpa menghilangkan kearifan lokal.
Kegiatan Inovatif untuk Membantu Pertanian Tradisional
Berikut adalah 5 kegiatan konkret berbasis IoT yang bisa diterapkan langsung di sawah-sawah wilayah Trimulyo:
1. `Digital Pranata Mangsa` (Stasiun Cuaca Mikro)
Sistem pertanian tradisional Jawa sangat bergantung pada Pranata Mangsa (kalender musim). Namun, perubahan iklim membuat musim sulit diprediksi.
- Masalah: Petani sering gagal panen karena hujan/panas tak menentu.
- Solusi IoT: Memasang stasiun cuaca mini di tengah sawah (mengukur suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, dan curah hujan lokal).
- Cara Kerja: Data dikirim ke grup WhatsApp Gapoktan.
- Contoh Pesan: `Suhu siang ini ekstrem (36°C), mohon tambah debit air agar padi tidak stres.`
- Manfaat: Mengembalikan kemampuan prediksi cuaca secara akurat (Hyper-local weather forecast).
- Contoh Pesan: `Suhu siang ini ekstrem (36°C), mohon tambah debit air agar padi tidak stres.`
Sleman terkenal dengan sistem irigasinya (selokan). Namun, membagi air sering jadi konflik atau melelahkan (harus ke sawah malam-malam).
- Masalah: Berebut air atau lupa menutup pintu air sehingga sawah kebanjiran/kering.
- Solusi IoT: Membuat pintu air otomatis berbasis solenoid valve atau motor servo yang dikendalikan HP.
- Cara Kerja: Petani bisa membuka/menutup saluran air ke petak sawahnya hanya dengan menekan tombol di aplikasi HP dari rumah. Dilengkapi sensor ketinggian air sawah.
- Manfaat: Efisiensi waktu dan tenaga, pembagian air lebih adil.
- Manfaat: Efisiensi waktu dan tenaga, pembagian air lebih adil.
Di musim jelang panen, petani tradisional harus seharian di gubuk untuk menghalau burung emprit.
- Masalah: Waktu terbuang hanya untuk menjaga sawah, tenaga habis teriak-teriak.
- Solusi IoT: Alat pendeteksi gerakan (Motion Sensor) yang terhubung ke pengeras suara (speaker) atau penggerak orang-orangan sawah.
- Cara Kerja:
- Sensor mendeteksi keberadaan kawanan burung -> Speaker membunyikan suara elang/predator atau suara frekuensi tinggi yang mengganggu hama.
- Atau: Menggerakkan tali kaleng-kaleng secara otomatis setiap 10 menit.
- Manfaat: Petani bisa mengerjakan hal lain, sawah tetap aman.
- Sensor mendeteksi keberadaan kawanan burung -> Speaker membunyikan suara elang/predator atau suara frekuensi tinggi yang mengganggu hama.
Petani tradisional sering menebar pupuk `berdasarkan kebiasaan/perasaan`, padahal tanah mungkin sudah jenuh bahan kimia.
- Masalah: Pemborosan biaya pupuk dan kerusakan tanah jangka panjang.
- Solusi IoT: Alat tusuk portabel (sensor NPK & pH Tanah).
- Cara Kerja: Sebelum tanam, anggota komunitas berkeliling menusukkan alat ke tanah warga. Alat akan memberi rekomendasi: `Tanah Petak A terlalu asam (pH rendah), butuh Kapur Dulomit, kurangi Urea.`
- Manfaat: Hemat biaya pupuk, tanah lebih sehat.
- Manfaat: Hemat biaya pupuk, tanah lebih sehat.
IoT bukan cuma soal alat, tapi manusianya.
- Kegiatan:
- Membuka stand di balai desa saat pertemuan rutin Gapoktan.
- Demo alat: Memperlihatkan cara kerja alat IoT kepada petani sepuh dengan bahasa sederhana (Bahasa Jawa Krama Inggil jika perlu).
- Jasa perbaikan alat elektronik pertanian (pompa air, sprayer elektrik).
- Membuka stand di balai desa saat pertemuan rutin Gapoktan.
Agar berjalan lancar, komunitas dibagi menjadi:
- Tim R&D (Bengkel): Anak-anak SMK/Mahasiswa Teknik yang merakit alat (coding & soldering).
- Tim Lapangan (Penyuluh Digital): Pemuda yang luwes berkomunikasi, bertugas mengajarkan cara pakai aplikasi ke petani senior.
- Tim Mitra Tani: Perwakilan petani senior yang menjadi `Tester` pertama alat sebelum disebar ke warga lain.
`Desane Mulyo, Rejekine Ngalir, Tanine Modern.`
02 Struktur Organisasi
Ketua Komunitas
Ketua Komunitas Trimulyo Agrotech
Ketua
Pengurus
Sekretaris Komunitas Trimulyo Agrotech
Sekretaris
Bendahara Komunitas Trimulyo Agrotech
Bendahara
03 Anggota Komunitas
04 Galeri Kegiatan
Kegiatan Komunitas
Pelatihan Digital Pranata Mangsa (Stasiun Cuaca Mikro)
Pelatihan Digital Pranata Mangsa: Stasiun Cuaca Mikro untuk SawahSistem pertanian tradisional Jawa mengenal Pranata Mangsa, yaitu pembagian musim seba...
Demo Lahan Smart Irrigation Berbasis Sensor Tanah
Demo Lahan Smart Irrigation Trimulyo AgritechKegiatan ini menghadirkan demo langsung pemanfaatan sensor kelembapan tanah dan sistem irigasi otomatis d...
05 Penghargaan
Juara 1 Inovasi Digital
202306 Berita Terkini
Belum ada berita terkini.
07 Kelas & Pelajaran
Smart Watering: Sistem Irigasi Otomatis untuk Pot Tanaman
Kursus 2 hari untuk pemula yang ingin membuat sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis ESP32 dan sensor kelembaban tanah, lengkap dengan dashboard HP.
Informasi Kontak
Narahubung
Ketua Komunitas Trimulyo Agrotech
Telepon/WhatsApp
09000000099
Aturan Komunitas
-
1
Saling menghormati antar anggota.
-
2
Gunakan bahasa yang sopan di grup/pertandingan.
-
3
Dilarang spam dan promosi tanpa izin pengurus.
-
4
Ikuti jadwal kegiatan tepat waktu.
-
5
Jaga fasilitas bersama dan kebersihan lokasi kegiatan.