Pelatihan Digital Pranata Mangsa (Stasiun Cuaca Mikro)
PELATIHAN

Pelatihan Digital Pranata Mangsa (Stasiun Cuaca Mikro)

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB
Balai Trimulyo Agritech & Lahan Percontohan Gapoktan

Deskripsi Kegiatan

Pelatihan Digital Pranata Mangsa: Stasiun Cuaca Mikro untuk Sawah
Sistem pertanian tradisional Jawa mengenal Pranata Mangsa, yaitu pembagian musim sebagai panduan tanam dan panen. Namun, perubahan iklim membuat musim sulit diprediksi: hujan datang terlambat, panas berkepanjangan, dan pola cuaca tidak lagi sama seperti dulu. Kegiatan ini mengajak petani dan pengurus Gapoktan untuk memperbarui Pranata Mangsa dengan bantuan data cuaca lokal berbasis IoT.
Masalah yang Dihadapi Petani
  • Musim hujan dan kemarau tidak lagi sesuai kalender tradisional.
  • Gagal panen karena tanaman terkena panas ekstrem atau kekurangan air.
  • Keputusan tanam masih mengandalkan rasa-rasa dan kabar dari luar desa, bukan data lapangan sendiri.
Solusi: Stasiun Cuaca Mikro di Tengah Sawah
Solusi yang ditawarkan adalah memasang stasiun cuaca mini di lahan percontohan. Perangkat ini mengukur beberapa parameter penting:
  • Suhu udara di atas kanopi padi.
  • Kelembaban udara.
  • Kecepatan dan arah angin.
  • Curah hujan lokal di petak sawah.
Semua data dikumpulkan secara otomatis dan dikirim ke server kecil/edge device, lalu diolah menjadi informasi praktis untuk petani.
Cara Kerja Sistem
  1. Pengambilan Data
    Sensor membaca kondisi cuaca setiap beberapa menit dan menyimpan data di perangkat tepi (Raspberry Pi/ESP32).
  2. Analisis Sederhana
    Sistem menghitung pola harian: suhu maksimum, rata-rata kelembaban, dan intensitas hujan.
  3. Notifikasi ke Grup WhatsApp Gapoktan
    Jika terdeteksi kondisi ekstrem, sistem mengirim pesan otomatis ke grup WA Gapoktan.
Contoh pesan sistem:
"Suhu siang ini ekstrem (36°C), mohon tambah debit air agar padi tidak stres."
Manfaat bagi Petani
  • Mengembalikan kemampuan membaca musim dengan data yang lebih akurat (hyper‑local weather).
  • Mengurangi risiko gagal panen akibat keputusan tanam dan siram yang terlambat.
  • Memberi bahan diskusi baru di rapat Gapoktan: bukan hanya harga gabah, tapi juga grafik cuaca desa sendiri.
Rangkaian Kegiatan Pelatihan
  1. Pengenalan Pranata Mangsa & Tantangan Iklim Baru
    Diskusi singkat tentang bagaimana Pranata Mangsa digunakan dulu, dan mengapa sekarang perlu diperkuat dengan data sensor.
  2. Pengenalan Komponen Stasiun Cuaca Mikro
    Peserta mengenal sensor suhu, kelembaban, rain gauge, anemometer, serta cara pemasangannya di lahan.
  3. Praktik Pemasangan di Sawah
    Pemasangan tiang sensor, penarikan kabel, pengaturan arah angin, dan pengecekan pembacaan awal.
  4. Simulasi Notifikasi WhatsApp
    Peserta melihat contoh pesan otomatis dan berdiskusi: tindakan apa yang perlu dilakukan jika muncul peringatan tertentu.
  5. Menyusun "Digital Pranata Mangsa" Versi Trimulyo
    Peserta menyusun panduan singkat: kapan menambah debit air, kapan menunda tanam, dan kapan melakukan pemupukan berdasarkan pola data cuaca desa.

Output Kegiatan

1. Terpasangnya satu stasiun cuaca mikro di lahan percontohan. 2. Tersusunnya draft awal Digital Pranata Mangsa hasil kolaborasi Trimulyo Agritech dan Gapoktan Trimulyo. 3. Terbentuknya grup WhatsApp khusus notifikasi cuaca untuk pengurus dan petani kunci.

Peserta

  • - Pengurus Trimulyo Agritech
  • - Perwakilan Gapoktan Trimulyo dan kelompok tani
  • - Pemuda desa yang tertarik di bidang agritech/IoT

Panitia

  • Penanggung jawab: Koordinator Trimulyo Agritech
  • Koordinator teknis: Tim IoT Pertanian Trimulyo
  • Fasilitator diskusi: Penyuluh pertanian lapangan (PPL)

Penyelenggara

Komunitas Trimulyo Agrotech Penyelenggara Utama

Pendaftaran Peserta

Masuk untuk mendaftar

Belum punya akun? Daftar sebagai anggota komunitas.

Narasumber

Nama

R. Adi Wicaksono

Institusi

Tim Agritech Trimulyo

Kompetensi

Penerapan sensor cuaca dan decision support untuk jadwal tanam

Aturan untuk Peserta

  • 1. Membawa topi atau pelindung kepala saat praktik di sawah.
  • 2. Mengikuti instruksi tim teknis saat memasang sensor.
  • 3. Tidak mengubah posisi sensor tanpa koordinasi setelah pelatihan.
  • 4. Aktif berdiskusi untuk menyusun panduan Digital Pranata Mangsa.

Peralatan yang Harus Dibawa

Topi/cap lapangan Sepatu/sandal yang cocok untuk sawah Buku catatan dan pulpen Ponsel dengan WhatsApp aktif

Bagikan